Cara Ampuh Mengembalikan Mood Menulis yang sedang Ambruk (Jawaban Atas Fenomena “Saya Lagi Gak Mood”)

0

Tips Menulis — Hari ini saya lumayan pusing, sebab saya menemui beberapa teman yang berhenti menulis. Saya pikir diamnya baik-baik saja, ternyata ada gemuruh di dalamnya hehe…

Saya tanya deh kenapa kok sudah menulis lagi. Jawab teman saya simple, “sedang tidak mood.”

Seperti biasanya, untuk melatih seorang penulis memanglah tidak mudah. Mental yang paling utama. Tanpa mental, mungkin diberikan 1 tugas menulis saja akan ogah-ogahan. Satu tulisan jadinya 1 bulan. (duh ini yang parah).

Sepertinya juga, tulisan ini akan menjadi tulisan wajib dibaca bagi calon penulis. Tak mau ribet-ribet deh hehe…Eh malah nglantur, pertanyaannya, bagaimana sih cara mengembalikan mood menulis yang sedang ambruk?

Sebelum ke solusi, coba kita uraikan terlebih dahulu pengertiannya, lalu sebab musababnya dan terakhir solusinya.

Pengertiaan Mood Menulis Ambruk

Saya sebenarnya juga belum terlalu paham mengenai hal ini. Yang jelas, pengertian “lagi gak mood” itu intinya tidak ada gairah untuk menulis. Iya kan?

Nah kira-kira begitu pengertiannya. Ada keahlian menulis tapi gak mood alias males banget ngerjain.

Sebab-sebab Lagi Gak Mood

Umumnya, fenomena aku lagi gak mood ini diucapkan ketika kita benar-benar buntu untuk menulis. Mungkin menulis tema yang tidak kuasai atau tema-tema yang sama sekali kita tidak ada ilmu di situ.

Kebanyakan penulis tidak langsung mencari solusi, atau mencari pencarian namun diam dan memelihara ketidaktahuan tersebut. Akhirnya, niat awal ingin menulis sepuluh lembar jadi tidak menulis sama sekali.

Selain keterbatasan pengetahuan, sebab lainnya adalah kebanyakan pikiran. Pernahkan Anda kebanyakan pikiran. Mau ngetik tulisan ini, pikirannya ke sana. Mau baca buku, pikirannya mau lihat tv, mau nulis pikirannya belum nyuci dll.

Bila pikiran bercabang menjadi alasan Anda untuk malas menulis, saya saran Anda untuk menyederhanakan pikiran. Salah satu cara menyederhanakan pikiran bisa melalui pembuatan jadwal yang pas untuk kehidupan Anda.

Jadi, misal jam 8 pagi khusus waktu dhuha, ya fokuslah dengan dhuha Anda. Nikmati dhuha Anda, jangan Anda dhuha tapi Anda ingin makan? Wah parah kan?

Begitu pula bila Anda sedang menginginkan seseorang, ya sudah tanya kabar di waktu yang sudah Anda jadwalkan, nikmati saja waktu-waktu yang telah Anda jadwalkan.

Penyebab selanjutnya  agak sensitif, namun perlu saya sebutkan. Kalo lagi gak punya uang lalu Anda mau menulis, Anda gak mood kan? Hehe…

Dah ngaku saja, saya juga pernah mengalami kok hehe…

Tapi jangan ditiru, itu tidak baik. Saya juga pernah menulis tanpa diberikan fee karena tulisan saya ditolak media-media. Padahal saya merasa tulisan saya bagus lho, tapi kenapa ditolak? (Ini kepedean)

Karena ditolak terus, ya sudah buat media sendiri saja. Bisa nulis sesuai kehendak hati.

Intinya, bila Anda ingin mood menulis, coba amankan dulu ekonomi Anda. Ya, saat ini kebutuhan memang menuntut banyak hal sehingga mau tidak mau kita juga harus kuat di ekonomi.

Kecuali bila Anda hidup di planet selain bumi, Anda tidak punya uang tidak mengapa karena Anda tidak punya kebutuhan selain kebutuhan Anda sendiri.

Tapi misal Anda masih bisa menulis tanpa memperdulikan keadaan; itu baik. InsyaAllah, bila bisa bersabar sebentar dan tabah, rejeki tidak akan ke mana. Bahkan Anda bisa melahirkan karya besar karena karya Anda tidak berawal dari uang, melainkan dari kejujuran hati.

Terakhir, coba Anda telaah diri Anda, berapa menit, jam waktu yang Anda gunakan untuk scroll beranda media sosial? Bila terlalu banyak, bisa jadi Anda hal tersebut menyebabkan Anda tidak mood.

Media sosial adalah lalu-lintas informasi, per satu detik bisa berganti informasi. Akibatnya, Anda telrlalu banyak membaca informasi sehingga pikiran Anda lelah. Belum lagi bila beritanya hoax, ditambah Anda adalah orang yang “baper”. Wah, sudah deh lengkap!

So, perlu filter yang jernih ya agar mood menulis Anda stabil. Jika perlu jadwalkan juga aktifitas bersosial media, disiplinlah dengan jadwal yang Anda buat sendiri.

Jurus Ampuh

Coba kita berjalan ke belakang terlebih dahulu. Ingat pelan-pelan perjalanan diri kita masing-masing. Kita pernah mempunyai keinginan menulis sejak kelas berapa? Lalu kita ingin belajar menulis ke siapa saja? Berapa orang yang menolak kita hanya karena ingin belajar menulis?

Sekarang, kita sudah bisa menulis. Bahkan, bila dibandingkan dengan penulis-penulis pemula lainnya, bisa dikatakan kita lebih unggul. Lantas, pantaskah bila kita sudah mengorbankan sebagian waktu hidup kita untuk menulis kemudian kita tidak menulis hanya karena gak mood?

Berapa banyak orang di luar sana yang ingin belajar menulis tapi Allah lebih memilih Anda?

Berapa ribu orang juga yang ingin banget bisa menulis seperti Anda, namun Anda yang dipilih Allah untuk bisa menulis?

Berapa ratusan ribu pula orang yang ingin mencoba menulis saja takut, namun Anda diberikan oleh Allah keberanian untuk mencoba belajar menulis?

Kupikir alasan tersebut sudah cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *