Tulisan Istighfar, Arti Astaghfirullah dan Macam-macam Istighfar

0

Arti Istighfar — Arti astaghfirullah adalah sebuah kegiatan seorang hamba memohon ampun kepada Tuhannya, baik kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja — tersembunyi maupun yang terlihat.

tulisan astaghfirullah
whatisquran.com

Seorang Muslim dalam mengucap istighfar bukan hanya ketika melakukan salah, lebih dari itu, istighfar juga dapat menghindarkan seseorang dari berbuat kesalahan dan dosa.

Maka dari itu, di dalam agama Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak kalimah istighfar. Adapun tulisan Arab istighfar akan kami uraikan di poin berikut ini.

Macam-macam Tulisan Istighfar dan Arti Astaghfirullah

Berikut ini saya tuliskan beberapa macam istighfar baik dari kalimah atau lafal istighfar yang sering kita jumpai sehari-hari atau lafal kalimah istighfar yang jarang kita temui.

Tulisan Istighfar 1

Lafaz Astaghfirullahal’adzim

Arti Saya memohon ampunan kepada Allah

arti astaghfirullah
Media Dakwah

Tulisan Istighfar 2

arti istighfar
Media Dakwah

Tulisan Istighfar 3

lafadz astaghfirullah
Media Dakwah

Tulisan Istighfar 4

lafadz istighfar
Media Dakwah

Tulisan Istighfar 5

pengertian istighfar
Media Dakwah

Tulisan Istighfar 6

ucapan istighfar
Media Dakwah

 

Keutamaan-keutamaan Istighfar

Setelah kita mengetahui arti astaghfirullah, mari kita bahas keutamaan-keutamaan istighfar.

Pernah suatu hari, Pemimpin Umar bin Khattab radhiallahu’anhu keluar untuk melaksanakan sholat istisqa, atau sholat meminta diturunkan hujan. Beliau sholat istisqa tidak sendirian, melainkan bersama-sama (berjamaah).

Ketika itu, hujan pun turun ke bumi dan Pemimpin bernama Umar membacakan firman Allah Surat Nuh ayat 10 – 12.

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun — niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta seta anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.”

Begitu besarnya keutamaan-keutamaan istighfar dalam kehidupan sehari-hari. Istighfar bukan hanya mencegah seseorang ketika hendak melakukan dosa, lebih dari itu, istighfar adalah pondasi kemuliaan, kebaikan dan keberkahan.

Dengan memperbanyak istighfar, seseorang akan ringan menjalani kehidupan, menghapus dosa serta ditinggikan kedudukannya di sisi Allah Swt.

Arti astaghfirullah dalam Hadits

Di dalam hadits sendiri, ada banyak yang menjelaskan keutamaan-keutamaan istigfar. Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

“Sungguh beruntung bagi seseorang yang mendapati catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah).

مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرُّهُ صَحِيفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيهَا مِنَ الِاسْتِغْفَار

“Siapa yang ingin buku catatan amal membuatnya senang (tatkala melihatnya), maka hendaklah memperbanyak catatan istighfar di dalamnya.”

Merujuk dari hadits-hadits mengenai keutamaan istighfar di atas, hal tersebut senada dengan tauladan Baginda Nabi Muhammad Shallallahualaihi wassalam. Dalam sebuah riwayat, Nabi bersabda:

نَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Sesungguhnya hatiku tidak pernah lalai dari dzikir kepada Allah. Sesungguhnya aku beristighfar seratus kali dalam sehari.”

Begitulah kehidupan Nabi Muhammad Saw, meskipun beliau adalah insan yang telah dijanjikan syurga, namun beliau tetap senantiasa melafazkan istighfar di setiap kesempatan.

Bahkan, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang mengucapkan istighfar melebihi Rasulullah Saw.

Adapun terkait jumlah dzikir yang setiap hari dilafazkan Rasulullah Saw berjumlah 100 kali. Hal ini sesuai hadits yang disampaikan Abdullah bin Umar radhiallahuanhu,

كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ : رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Istighfar dan Kebaikan Rezeki

Terkait istighfar, saya jadi teringat terkait kisah yang saya sampaikan di atas. Kisah Pemimpin Umar bin Khattab di atas juga pernah berlaku di masa Hasan al Bashri rahimahullah.

Ketika itu, terdapat seorang laki-laki datang menemui Hasan al Bashri. Laki-laki tersebut mengaku sedang mengalami kemarau panjang. Pelan namun tenang, Hasa al Bashri pun berkata; “Memohon ampunlah kepada Allah.”

Di lain kesempatan, ada lagi seorang laki-laki yang mengadu kepada Hasan al Bashri, beliau pun menjawabnya dengan perkataan yang sama; “Memohonlah ampun kepada Allah Swt.”

Datang lagi untuk yang ketiga kalinya, seseorang mengeluhkan belum dikaruniai anak, Hasan al Bashri pun tetap memberikan nasehat yang sama; “Memohon ampunlah kepada Allah.”

Begitu besarnya pengaruh kalimah istighfar bagi kehidupan manusia. Ibarat kaca yang penuh debu, istighfarlah pembersihnya.

Bila kaca bersih tak ada debu, sinar Allah akan mudah menembus hati seseorang. Nur Allah menjadi rahmat baginya. Firasat menjadi suci dan bimbingan Allah bisa sampai kepadanya.

Selebihnya untuk Istighfar

Pertanyaan yang sering muncul, bagaimana implementasi arti astaghfirullah dalam kehidupan sehari-hari mengingat zaman memang sudah abu-abu dalam mencari rezeki?

Memang benar bahwa saat ini kita hidup di zaman yang “sepertinya” tidak bisa terhindar dari dosa. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali seakan-akan lalu-lintas dosa berseliweran di depan kita.

Bila hal itu yang terjadi, maka usahakan dalam mencari rezeki tetap memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan yang halal — yang tak meninggalkan ibadah-ibadah wajib sebagai seorang Muslim.

Misal bila Anda seorang pemilik media, maka sepantasnya hal-hal yang bisa meminimalisir dosa bisa Anda lakukan. Mulai dari segi kebermanfaan sebuah media, pemilihan gambar-gambar yang tidak menampakkan aurat sampai niat membangun media itu sendiri.

Lebih luas lagi mengenai arti astaghfirullah, istighfar adalah dasar penghambaan seorang manusia yang mengupayakan adanya tekad untuk mencari ridho Allah Swt disertai ketundukan aturan Allah untuk mewujudkannya.

Semoga dengan tulisan singkat mengenai arti astaghfirullah ini bisa menjadi pengingat saya pribadi khususnya dan pembaca sekalian pada umumnya.

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita seorang Muslim.

(Dikutip dari artikel bertajuk “al-Istighfâr: Fadlâ`iluh, Awqâtuh, Shiyaghuh” karya Muhammad bin Ibrahim al-Hamd oleh Abu Shofiyyah)

Khotbahjumat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *